Seorang pastor, yang berasal dari Timor dan bahasa Indonesianya masih kacau, karena punya banyak waktu senggang ,di salurkan dengan melakukan hobi memelihara burung, ada banyak dan bermacam macam jenisnya. Pada suatu pagi, di temukan oleh si pastor burungnya hilang semua. Merasa ulah si maling udah keterlaluan, si pastor berencana akan membawa masalah ini di kotbah minggu.
Pas kebaktian minggu, setelah berkotbah panjang lebar soal moral dan sepuluh perintah tuhan dengan penekanan pada perintah "jangan mencuri" Si pastor bertanya "siapa yang punya burung?"
Seluruh jemaat laki laki segera berdiri.
Menyadari kesalahannya dalam cara bertanya si pastor buru-buru berkata "bukan itu maksud saya" dan dilanjutkan dengan pertanyaan "maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung?"
Seluruh jemaat wanita berdiri.
Karena si pastor sadar pertanyaannya makin tidak pas, dengan muka merah dia berkata lagi "maaf, bukan itu maksud pertanyaan saya" dan dilanjutkan "maksud saya adalah siapa yang pernah lihat burung bukan miliknya"
Separuh jemaat wanita berdiri.
Muka si pastor makin merah, dan juga makin gugup, segera berkata lagi "maaf sekali lagi, bukan ke arah situ pertanyaan saya, maksud saya adalah, siapa yang pernah lihat burung saya?"
Segera saja semua anak altar berdiri.
Seorang pasangan muda menikah dan pergi bulan madu. Ketika mereka kembali, pengantin perempuan segera menelepon ibunya.
"Nak," kata ibunya, "bagaimana bulan madunya?"
"Oh, mama," dia menjawab, "bulan madu yang indah Jadi romantis..."
Tiba-tiba dia meledak menangis. "Tapi, mama, segera setelah kami kembali Sam mulai menggunakan bahasa yang paling mengerikan - hal yang belum pernah aku dengar sebelumnya! Maksudku, 4 kata mengerikan! Mama harus membawaku pulang... PLEASE MAMA!"
"Sarah, Sarah," kata ibunya, "tenang, kamu harus tinggal bersama suamimu dan menyelesaikan hal ini! Sekarang, katakan padaku, apa yang bisa begitu mengerikan? Apa 4 kata itu?"
"Tolong jangan membuat saya memberitahumu, Mama," Sarah menangis, "Aku sangat malu karena kata itu terlalu mengerikan. DATANG JEMPUT AKU, PLEASE!"
"Sayang, kamu harus memberitahu mama apa yang telah membuat kamu begitu marah. Katakan pada ibumu 4 kata mengerikan itu!"
Masih terisak-isak, pengantin wanita itu berkata, "Oh, Mama... dia menggunakan kata-kata seperti: debu, mencuci, setrika, masak..."
"Wah! Aku akan menjemputmu dalam dua puluh menit," kata ibu.